Jakarta - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus DK Jakarta, Baroto, memberikan kuliah tujuh menit (kultum) kepada para pegawai di Masjid Baitul Hakim, Kantor Wilayah Kementerian Hukum DK Jakarta, pada Kamis (19/02/2026).
Dalam suasana khidmat Bulan Suci Ramadhan, ia menyampaikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar kewajiban ritual tahunan, melainkan momentum refleksi dan evaluasi diri atas perjalanan satu tahun terakhir. Seluruh jajaran diajak untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki kualitas spiritual sekaligus profesional.
“Ibadah puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk mereset dan mengevaluasi apa yang telah kita laksanakan selama satu tahun ke belakang,” ujar Baroto dalam kultumnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beriman kepada Allah SWT, setiap pegawai memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi berpuasa. Menurutnya, dedikasi dalam bekerja merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala apabila dilandasi dengan niat yang tulus.

“Sebagai ASN yang beriman kepada Allah SWT, kita harus senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun dalam keadaan berpuasa, semangat kerja tidak boleh berkurang, karena bekerja dengan niat yang benar juga termasuk ibadah,” tegasnya.
Kultum tersebut diharapkan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh pegawai untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana peningkatan integritas, etos kerja, serta komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang prima. Dengan memadukan nilai-nilai spiritual dan profesionalisme, Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kinerja yang berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat luas.
